Summit Attack atap Jawa part II

Gunung Semeru atau Sumeru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT. Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang
Sumber : Wikipedia

semeru adalah gunung yang membuat saya menyesal, kecewa berat! karena tahun pertama kesana nggak summit gara-gara cedera (mimisan teruuuuuuss, maklum newbie) tahun pertama kesana tepatnya pada bulan oktober (sepi pendaki) tapi ane dapet view keren di RANU KUMBOLO (rakum serasa milik sendiri, sepi euy) pagi hari cuma ada kisaran 8-10 tenda siang hari tinggal 3 tenda (itu tenda tim ane) malam pun juga begitu, hanya tambah beberapa tenda. jarang banget bisa dapet moment se-sepi ini dirakum, tau sendiri semeru itu gunung sejuta umat, siapa sih yang nggak tertarik kesemeru??? semua pendaki pasti tertarik! :D karena semeru itu memang benar-benar indah (sekilas sih hahha) tapi kotor, asli kotor. apalagi kalau musim pendakian datang rame iya, kotor pasti antri apalagi. pernah mendengar tentang kalimat mutiara tentang perjuangan yang berakir indah?? nah itulah semeru (nggak gitu banget sih) trek disemeru tergolong mediumlah, ada landai (seinget ane banyak landai) air juga banyak apalagi campground mau dateng jam berapapun pasti tetep dapet tempat kog. yang dimaksud mendaki di semeru itu menurut ane ya cuma pas summit attack di mahameru aja sih, bayangin aja di kali mati ketinggian kurang lebih 2700 mdpl sedangkan puncak mahameru 3676mdpl udah bisa ditebak kan kurang berapa meter lagi? itu kalau trek batu atau tanah padat sih enak tapi maha meru itu 70% pasir dengan kemiringan mencapai 70drajat (nggak manusiawi hahaha) coba aja kalo nggak percaya ente jalan di trek pasir dengan kemiringan 70drajat. 

Solo, 2-3 Juni 2013

jurus andalan para backpacker untuk menghemat pengeluaran transpotasi adalah kereta api :D hahaha. memang murah kok 65K(ini dulu hlo) sekarang udah mahal kan?? hahaa. niat dari awal trip semeru kali ini adalah bayar utang untuk tahun sebelumnya, maklum ane newbie dalam pendakian alias jarang muncak (karena puncak nggak selalu di atas men wkwkwkk) dari solo ane berangkat sendiri dan ketemuan dengan temen-temen dari bandung, cianjur & jakarta (udah janjian) pukul 8 pagi waktu setempat tibalah kami dikota malang, kota yang indah (betah banget dimalang) beristirahat sebentar kemudian kami lanjutkan perjalanan ke tumpang. tumpang adalah tempat yang biasa dipakai untuk transit pendaki dari kota malang menggunakan angkot turun di tumpang kemudian dilanjutkan menggunakan jeep atau truk yang disediakan disalah satu tempat transit yang terkenal di tumpang Rumah Bp. Ros(maap kalo salah, lupa) dari tumpang kami memilih menggunakan truk selain lebih murah kita bisa berbaur dengan para pendaki yang datang daru luar daerah bahkan luar pulau jawa. jangan lupa, perlengkapan logistik harus sudah siap semua sebelum ente meninggalkan tumpang, para pendaki biasa melengkapi logistik ditumpang, karena ditumpang terdapat pasar tradisional yang lengkap :D. perjalanan kami lanjutkan menuju ranupane, dan pukul 12 lebih sampailah kami di ranu pane. tau nggak ranu pane itu apa?? ranu pane adalah danau hijau dengan luas  kurang lebih 1 hektar dan disinalah tempat regristasi para pendaki.

#siapin duit banyak yak, perhari kena 27k(weekend)



Ranu pane 3-4 juni
dari sini kita mulai semuanya dengan langkah (hahaha korban pilem) maklumlah newbie. pukul 1 siang kami memulai tracking menuju camp pertama yaitu ranu kumbolo (surganya gunung semeru hahaha) waktu yang ditempuh lumayan panjang, sekitar 5-8 jam (kategori lambat & ngebuuut kyk maling) pos yang tempuh terhitung ada 4 pos dan trek tergolong biasa ada sih beberapa yang nggak manusiawi tapi nggak begitu menakutkan seperti setelah pos 3 ada tanjakan pasir lembut (debu) dalam setiap pendakian konsep waktu sangat penting, karena dengan adanya konsep kita bisa tentukan target untuk menghindari beberapa hal antara lain berjumpa dengan kegelapan (hahaha males jalan malem, kecuali summit attack) disamping itu ditempat seliar seperti semeru dipastikan banyak hewan nokturnal yang membahayakan pendaki, nggak recommended deh jalan malem mending siang, jalan keadaan ngantuk itu berat istirahat kelamaan pasti kedinginan bongkar tenda pasti nanggung, beda kalo jalan siang. dan tepat pukul 5 lebih sampailah rombongan ane di ranu kumbolo :D (surganya gunung semeru hahahaha)

Ranulumbolo (lagi, surganya gunung semeru hahahahaha) sesampai nya di rakum yang ane pikirin yaitu cuma 1, rakum bagaikan las vegas coy!!! remang-remang tapi rame padet hhahaha, maklumlah musim daki tapi tetep tenang, camp ground tetap dapet kok :D. tapi indah kog haha tampil beda. istirahat, bongkar tenda dan bagi tugas menjadi tindakan pertama dan utama, namanya juga naik gunung musti kompak, solidaritas kudu tinggi, ada yang cari air, masak, bongkar tenda. setelah selesai semuanya barulah kami istirahat dalam remang-remang tidak dalam damai




ramenya kali ini tergolong menyedihkan, karena bisa dipastikan semakin banyak pengunjung amkin numpuklah sampah.sampah, itu yang menjadi permasalahan utama banyak sekali mereka yang bilang pendaki tapi kelakuan mereka berbanding terbalik, jujur ane sendiri nggak mau menyebutkan kalo ane ini pendaki karena apa? karena sifat ego ane masih tinggi nggak cuma itu pendaki itu mempunyai arti tinggi bukan hanya dari sifat tapi tingkah laku, semua yang berkaitan dengan gunung pasti ada sangkut pautnya dengan pendaki entah kotornya, entah indahnya karen benar-benar dirawat. dan ranukumbolo adalah bukti nyata banyak pendaki yang mungkin mereka lali tentang sampah, tapi ane ada salutnya kok, masih ada beberapa pendaki, himpunan/kelompok pencinta alam yang peduli dengan sampah bahkan mereka rela memungut sampah mengubur sampah manusia yang nggak bertanggung jawab

Oro-oro Ombo, cemoro kandang,  jambangan & kali mati
4-5 juni
Oro-oro Ombo tau nggak apa yang disebut oro-oro ombo??? ini yang disebut surga sebenarnya karena oro-oro ombo memang indah, asli!!. oro-oro ombo adalah sabana yang luas ditengah-tengah gunung semeru denga luas sekitar 20Ha, ditempat ini kita dapat menjumpai bunga Verbena brasiliensis vell, ingat ini bukan lavender memang warnanya mirip tapi bukan lavender. sebagian besar pendaki yang berkunjung disini memang sering menyebut kalau ini bunga lavender padahal bukan. setelah melewati sabana Verbena brasiliensis vell tibalah kami diujung oro-oro ombo atau yang sering disebut dengan nama cemoro kandang, dan disinilah kami sedikit membuang waktu untuk istirahat serta menikmati indahnya tempat ini :D. ujung oro-oro ombo atau sering disebut cemoro kandang, cemoro kandang adalah tempat yang dipenuhi pohon cemara/cemoro sesuai namannya, pohon ditempat ini tidak begitu rapat kok, malah sebagian udah jadi bangkai pohon yang mengharuskan pendaki melompati pohon yang sudah tumbang


Dari cemoro kandang kami melanjutkan perjalan ke kali mati dengan durasi yang lumayan serta melewati medan dengan kategori masih manusiawi, ada beberapa tanjakan yang lumayan menguras tenaga sekaligus mental, setelah 1-2 jam berjalan sampailah kami di jambangan. dari jambangan megahnya mahameru sudah mulai terlihat jelas yang sesekali mengeluarkan abu dari kawahnya, amazing! begitu gagahnya mahameru membuat ane nampak kecil. mahameru yang dipenuhi batu, pasir dan kadang mengeluarkan asap tebal yang terlihat mengerikan apabila kita berada ditempat itu tapi apa daya rasa takut secara perlahan mengilang dengan adanya rasa ingin tau yang ane punya semenjak gagal summit tahun sebelumnya. kami sempat beristirahat lama dijambangan (kapan lagi nongkrong dgn view asap gunung semeru secara langsung) 


Wajah mahameru yang begitu gagah dengan pasir, batu dan asap dari kawah.  sampai sekarang, mahameru masih terlihat jelas tersimpan di album SEMERU yang menyimpan cerita tentang bagaimana memperjuangkan sebuah keinginan berada dipuncak tertinggi ditanah jawa, selain keinginan ego tak lupa ane sempatkan bersyukur pada dasarnya tujuan ane kesini bukan cuma melihat atau menjadi bukti sebuah kehidupan dan kemudian ane lampirkan menjadi sebuat tulisan seperti ini akan tetapi bersyukur bahwa ane bisa kembali kerumah dengan selamat. seperti quote para pendaki yang sering ane dengar dari kawan ataupun media sosial "puncak bukanlah segalanya tapi kembali kerumah dengan selamat dan bertemu dengan orang yang disayanglah yang paling utama"

setelah puas beristirahat sampai lupa waktu perjalanpun kami lanjutkan yaitu ke kali mati. kalimati adalah camp ground yang biasa digunakan para pendaki untuk mempersiapkan tenaga untuk yang terakir sebelum summit attack. nama kalimati tersebut diambil dari nama sungai yang disebut dalam bahasa jawa kali serta didampingi dengan kata "mati" karena sungai yang membelah lembah menjadi kering maka disebutlah tempat itu menjadi kalimati. 





pukul 3 lebih kami sampai dikali mati dan kembali membagi tugas. setelah semua selesai (bongkar tenda, masak & makan) waktu istirahat pun tiba. diharuskan untuk istirahat bagi semua pendaki kecuali superman yang bisa terbang hahaha karena dari kalimatilah fisik dan mental benar-benar diuji. summit attack kali ini kami sudah tidak melewati arcopodo (seperti tahun kmrn) karena arcopodo sudah longsor selain itu jalur baru lebih cepat karena di desain langsung lurusa keatas tidak memutar seperti arcopodo (padahal ane blm pnh lwt arcopodo haha dennger2 sih begitu) suhu dari kalimati sudah tergolong extreme dinginnya minta ampun sangat-sangat berpotensi hippotermia.

masakan ala chef apa adanya
summit attack!!
pukul 11 malam kami berkumpul berdoa bersama demi kelancaran dan keamanan bersama :D. baru berjalan 2 jam ane udah merasakn dingin yang nggak manusiawi. setelah berjalan hampir 7 jam akirnya ane sampai di puncak mahameru! dengan perjuangan menghadapi pasir dan batu, mental yang sempat kebang kempis gara-gara banyak yang nanya "puncak masih jauh mas?? masih jauhlah mas (maklum gelap yang keliatan cuma lampu hahaha)" puncak mahameru begitu luas, walaupun ane dapet sunrise 20 meter sebelum puncak tapi ane tetep bersyukur (20meter disana sama 20 meter dijalan raya beda euy, asli beda hahaha) kawah jonggring saloko yang dihiasi asap live langsung didepan mata membuat decak kagum tersendiri, bayangin aja setiap asep keluar goncangan dan suara gemuruh kerasa banget tapi masih aman (aman aman aman hahaha ) dan inilah wajah puncak mahameru






mahameru part II kali ini bener-bener amazing euy, dengan tim yang solid yang mampu mengendalikan ego walaupun nggak summit semua sih kami puas, kami seperti keluarga walaupun baru ketemu paertama kali. terimakasih buat ibnu, icha, cepi, chika, upay, inu dan cacing

BACKPACkeren on Mahameru ☺

Verbena Brasiliensis Vell
Verbena Brasiliensis Vell
Verbena Brasiliensis Vell
Verbena Brasiliensis Vell
Verbena Brasiliensis Vell
Verbena Brasiliensis Vell
Verbena Brasiliensis VellVerbena Brasiliensis Vell ini berwarna ungu, mirip warna bunga Lavender. - See more at: http://www.portalindonesianews.com/posts/view/235/tidak_ada_bunga_lavender_di_oro_oro_ombo_gunung_semeru#sthash.i2nK6jMh.dpuf

Komentar

Postingan Populer