Minggu, 18 Desember 2016

Menanamkan jiwa kepemimpinan sejak dini itu penting hlo!



 Semakin dini belajar tentang sebuah kepemimpinan maka akan mempermudah interaksi di dalam dunianya kelak 
 
Masa kecil adalah masa dimana manusia menjalani 1 dari beberapa anugerah sebuah kehidupan, masa dimana manusia tidak mempunyai sebuah beban kehidupan yang sangat berat terkecuali PR Matematika, karena beban terberat dimasa kecil itu ketika mendapatkan PR matematika. Secara garis besar masa kecil adalah waktu dimana semua manusia merasakan bagaimana alur sebuah kehidupan tanpa memikirkan betapa beratnya sebuah beban. apapun yang dilakukan pada saat masa kecil yang berkaitan dengan beban itu selalu mudah dilupakan (mungkin) karena secara normal pemikiran seorang anak-anak itu hanya memikirkan sesuatu yang mudah dan menyenangkan adapun seorang anak mendapat kesulitan dia pasti sesegera bereaksi entah itu cuek, nggak mau tau dan bahkan menangis. Seburuk-buruknya masa kecil pasti tetap ada beberapa hal yang dapat membuat kita tertawa ketika mengingatnya. 


Pernah nggak jadi pemimpin / ketua waktu masih SD/SMP?? 
Gimana rasa jadi pemimpin / ketua?? 

Pernah nggak kalian memimpin teman-teman kalian ketika kalian masih berpikiran bahwa PR matematika adalah beban terberat pada saat itu?? Beruntung bagi kalian yang pernah merasakan itu! Kenapa? karena itu anugerah men! Ditunjuk jadi pemimpin itu pasti ada dasarnya, dasar sebuah penilaian tentang kelayakan kenapa kalian dipilih jadi pemimpin itu nilai plus! Kenapa begitu? Pastinya kalian bakalan dikenal, mendapat pelajaran bagaimana menjadi pemimpin dimasa kecil dan bergilirnya waktu kalian akan menjadi hebat. Pada dasarnya jiwa kepemimpinan terlahir secara alami walaupun awalnya sebuah paksaan seperti menjadi ketua kelas dan sebagainya. Pernah jadi ketua kelas, ketua osis, ketua kegiatan ekstrakurikuler, komandan upacara, pengibar bendera dan lain-lain coba? flashback masa-masa itu, apa itu tidak mengagumkan?? Apa kalian tidak merasakan sesuatu yang membuat tertawa bangga?? Coba deh ingat-ingat kembali masa-masa itu.Seperti apa sih masa-masa itu, ini dia. 

1.      Ketua kelas? Sekretaris? Bendahara?  
Pasti ada dong yang memimpin kita waktu sekolah dulu atau mungkin kita yang memimpin teman-teman kita? Taukan bagaimana dan apa yang harus dilakukan si ketua kelas tersebut. Yah itulah wajah pemimpin ketika sekolah dasar dulu dimana dia harus melayani sesuai dengan rutinitas kelas seperti memimpin doa, baris berbaris (sekolah dasar) sebelum masuk kelas dan bahkan mengganti posisi guru sementara ketika guru berhalangan datang. Pada dasarnya Semua anak punya potensi untuk jadi pemimpin entah memimpin dirinya sendiri atau teman-temannya dan pemimpin itu tidak selalu jadi ketua masih ada wakil, bendahara, sekretaris dan lainnya. Setiap jabatan mempunyai pertanggungjawaban masing-masing dan setiap pertanggungjawaban tersebut akan menjadi pelajaran pembentukan karakter pada saat masa kecil yang akan berpengaruh saat dewasa nanti. Ingat, mata pelajaran formal sudah pasti bisa didapat dari guru namun belajar tentang pembentukan karakter berawal dari pribadi masing-masing. Jika kita pribadi bisa bertanggung jawab pada sebuah mandat kepemimpinan tidak menutup kemungkinan pertanggung jawaban kita pada pendidikan formal akan lebih terlaksanakan dan itulah salah satu dari beberapa nilai plus ketika kita mendapat kepercayaan menjadi pemimpin dimasa kecil. 

2.      Pemimpin upacara? Pengibar bendera? Siapa takut! 

Kepada, bendera merah putih! Hormaaaaaat grak! Tegaaaaak! Grak! 

Apa yang ada  dipikiran ketika ditunjuk menjadi Pemimpin upacara, Pengibar bendera atau yang lainnya? Senang? Takut? Dek-dekan? Pastinya, sesuatu yang dilakukan untuk pertama kalinya biasanya akan terasa campur aduk itulah pengalaman pertama. Seperti topik sebelumnya, jika kalian ditunjuk sebagai Pemimpin upacara, Pengibar bendera atau yang lainnya pasti ada alasanya! Jangan tanya kenapa, karena kalian berpotensi! Nah, tinggal kitanya bisa tidak melakukan. Pada dasarnya nilai plus dari orang lain tentang kita harus bisa dipertanggung jawabkan, karena dengan pertanggung jawaban tersebut orang lain tidak hanya menebak-nebak bisa tidak ya? Mampu tidak ya? Tapi melihat kesanggupan secara konkrit!. Ini memang bukan hal yang besar, hal yang bersifat menentukan namun hal kecil yang kita pelajari semacam ini nantinya akan berguna dan jangan lupa pengalaman adalah guru dari semua guru.Semasa sekolah dasar, pendidikan kepemimpinan sudah dipelajari dari mata pelajaran PKN dan menjadi petugas upacara adalah salah satu bentuk pengaplikasian secara langsung dari pelajaran tersebut.  

3.      Menjadi ketua osis / kegiatan extrakulikuler masa SMP itu lebih menantang hlo! 

Memasuki jenjang yang lebih tinggi yitu Sekolah Menengah Pertama atau SMP, pada masa-masa ini penyimpangan perilaku mulai bermunculan maklum Puberitas. Puberitas adalah masa dimanaseorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Ini adalah masa paling rawan karena sikap keingin tauan terhadap berbagai hal akan lebih terangsang. Masa kepemimpinan di masa SMP biasa bersifat lebih terkonsep, skala pertanggung jawaban lebih besar karena di masa tersebut kita bukan anak-anak lagi kita sudah paham mana yang baik mana yang buruk. Bisa bertanggung jawab pada diri sendiri saja sudah bagus dengan kata lain kita yang menjalani masa tersebut tanpa terpengaruh dengan hal-hal negatif dan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan positif seperti OSIS, Pramuka dan lain-lain. Bisa dibayangkan kita sebagai partisipan saja mendapatkan banyak sekali pengalaman positif apalagi menjadi pemimpin, hebat bukan? Itulah alasan kenapa masa puberitas sangat berpengaruh pada kehidupan selanjutnya 

4.      Jika SMP sudah menjabat jadi pemimpin tidak menutup kemungkinan akan berlanjut ke masa SMA 

Jika masa SMP kita mempunyai dasar pengetahuan yang baik mengenai kepemimpinan tidak menutup kemungkinan masa-masa jadi pemimpin akan terulang kembali di masa SMA bedanya di dalam masa SMA pertanggung jawaban lebih besar kita pasti paham, masa SMA bukan serta merta tentang belajar namun juga menerapkan pembelajaran. Alasan utama untuk menerapkan yaitu, karena masa SMA memberikan dampak yang lebih mencolok dibanding masa SMP. Masa SMP kita belajar sebagai salah 1 syarat untuk meneruskan pendidikan ke jenjang SMA, lalu masa SMA? Masa SMA untuk persyaratan kehidupan di dunia nyata dimana kita mulai merasakan kewajiban sebagai tuntutan tanpa toleransi. Lantas hubungannya dengan kepemimpinan apa? Kesanggupan kita menjalani kehidupan selalu tidak lepas dari gagal dan berhasil, kita gagal karena kita sendiri begitu juga sukses namun jika kita pernah gagal kemudian sukses berarti kita belajar dari sebuah kegagalan kemudian menjadi sukses. Kita yang menjalani otomatis kitalah yang memimpin diri kita sendiri dan alasan kenapa masa SMA sangat berpengaruh adalah karena kepemimpinan masa SMA bukan hanya tentang bagaimana, apa & kenapa kita belajar bertanggung jawab tapi bagaimana, apa & kenapa kita harus menerapkan semua itu, belajar menggunakan teori saja belum cukup kita tetap butuh praktek sebagai media pelampiasan ilmu tentang kepemimpinan yang bersifat realistis. Dimasa SMA kita bisa memilih banyak sekali kegiatan yang bersangkutan dengan kepemimpinan entah dalam sekolah ataupun diluar sekolah seperti  OSIS, Pramuka, SISPALA dan banyak lagi selain itu kita masih punya banyak pilihan kegiatan diluar sekolah seperti muda-mudi, kegiatan masjid dan lain-lain tapi ingat! Jangan lupa dengan tanggung jawab kita yang paling utama sebagai seorang pelajar.
  
5.      Dunia yang sesungguhnya ada di masa ini, kuliah atau bekerja demi masa depan yang baik pastinya 

 
Jika beban terberat ketika SD adalah PR matematika maka beban terberat ketika dewasa adalah diri kita sendiri. 

Ada garis start pasti ada garis finis, jika kita sudah memulai maka segeralah diakhiri seperti hidup, kita memulai dari 0 kemudian 1,2,3....sekian dan pasti ada yang terakhir. Ada pepatah mengatakan "kejarlah ilmu sampai ke negeri china" artinya tiada batas untuk belajar tapi ingat dalam hidup kita tidak hanya belajar namun juga menerapkan maka dari itu di setiap fase kehidupan pastikan bahwa kita akan segera mengakhiri pembelajaran untuk menerapkan. Fase kehidupan setelah SMA, ada yang memilih bekerja langsung untuk menyambung hidup, ada juga yang ingin meneruskan kuliah dan ada juga yang duduk manis menunggu warisan dari orang tua. Berbicara tentang kepemimpinan di masa ini, masa yang sangat menentukan akan menjadi apakah kita nanti. Di masa ini kematangan dalam mengambil keputusan bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat karena itulah aalasan kenapa pentingnya mengenal mengetahui kepemimpinan sejak dini, semakin kita terbiasa dengan hal sulit yang dapat diselesaikan maka semakin hebat pula kemampuan kita menganalisis, mencerna, menelaah & mengambil keputusan disetiap masalah. Pada masa ini kita harus mulai berpikir bahwa nantinya kita (laki-laki) tidak hanya memikirkan kehidupan secara pribadi dan berkelanjutan tapi juga orang tua, istri & anak-anak, mempersiapkan segala hal untuk berumah tangga dan membalas budi orang tua. Tanggung jawab seperti ini memang berat namun harus optimis karena ini tidak hanya tentang duniawi namun juga akhirat so, mulai hari ini segeralah mempersiapkan semua demi kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.  

Bertanggung jawab adalah salah satu ajaran agama dan melalui dasar agama segala bentuk kepemimpinan yang bertanggung jawab selalu mempunyai alasan kuat untuk apa dan siapa. Semua pembelajaran tentang tanggung jawab pasti di dasari dari jiwa seorang pemimpin dimana dia mampu memikul segala bentuk beban dan mencari jalan terbaik bagi para pengikutnya. Semakin dini mengenal sebuah bentuk tanggung jawab maka semakin dewasa pemikirannya kelak. kita hidup dimana kepintaran dilihat dari matematika, kesuksesan dilihat dari tabungan (tidak semua begitu) jadi aturlah kehidupan kita sesuai dengan bentuk kepemimpinan yang kita miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar